Pemberdayaan Kader Kesehatan: Pelatihan Basic Cardiac Life Support dalam Penguatan Sistem Pertolongan Pertama Gawat Darurat
Keywords:
BCLS, Kardiovaskular, PPGDAbstract
Penyakit kardiovaskular (CVD) merupakan penyebab kematian terbesar di dunia. Tercatat 651.481 jiwa per tahun mengalami kematian akibat CVDdi Indonesia. Hal ini menegaskan akan kebutuhan pentingnya upaya peningkatan kapasitas pertolongan pertama di tingkat komunitas, khususnya di Desa Jamus yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan gawat darurat. Henti jantung adalah kondisi kegawatdaruratan, yang berakibat fatal jika tidak mendapatkan pertolongan segera dalam hitungan menit. Oleh karena itu dibutuhkan respons cepat melalui kemampuan Basic Cardiac Life Support (BCLS) yang benar dan terstandar. Kader kesehatan Desa Jamus sebagai garda terdepan pelayanan komunitas, belum pernah mendapatkan pelatihan terkait, sehingga diperlukan upaya pemberdayaan melalui pelatihan terstruktur. Kegiatan ini dirancang dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan dan sistem pertolongan pertama di desa. Pelatihan dilaksanakan pada 18 Oktober 2025 terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu pemberian materi PPGD secara konseptual dan prinsip BCLS, demonstrasi teknik resusitasi jantung paru (RJP) menggunakan alat peraga berupa manekin, serta praktik langsung oleh peserta dengan pendampingan sekaligus penilaian berdasarkan standar operasional prosedur (SOP). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan RJP secara mandiri dan tepat. Pelatihan ini membuktikan bahwa pelatihan BCLS tidak hanya meningkatkan kapasitas individu kader, namun juga memperkuat ketahanan kesehatan komunitas terhadap kejadian gawat darurat dalam menghadapi kasus kardiovaskular, khususnya henti jantung.


