Pariwisata Bahari Berbasis Komunitas dan Ekonomi Biru: Kajian Pustaka tentang Peluang dan Tantangan di Pesisir Indonesia

Authors

  • Azra Wildan Raf Fajrani Nanjing Institute of Railway Technology Author

Keywords:

appreciative inquiry, blue economy, community-based tourism, kerangka konseptual, marine tourism

Abstract

Masyarakat pesisir Indonesia menghadapi paradoks: hidup di tengah kekayaan laut yang melimpah, namun masih bergulat dengan kemiskinan. Konsep ekonomi biru (blue economy) dan pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism/CBT) menawarkan pendekatan pembangunan pariwisata bahari yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat lokal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan tantangan pengembangan pariwisata bahari berbasis komunitas dalam kerangka ekonomi biru di Indonesia serta merumuskan kerangka konseptual integratif. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis terhadap artikel jurnal terindeks, laporan resmi, serta buku. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di bidang pariwisata bahari dan memiliki nilai ekonomi mencapai miliaran dolar, namun implementasi ekonomi biru masih menghadapi tantangan pada aspek zero waste dan tata kelola. Kebaruan artikel ini terletak pada rumusan kerangka konseptual yang mengintegrasikan ekonomi biru sebagai visi, pariwisata berbasis komunitas sebagai mekanisme, appreciative inquiry sebagai pendekatan, dan peran pemuda sebagai aktor penggerak. Kerangka ini dilengkapi dengan indikator keberhasilan yang terukur pada setiap komponen.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-05-16

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pariwisata Bahari Berbasis Komunitas dan Ekonomi Biru: Kajian Pustaka tentang Peluang dan Tantangan di Pesisir Indonesia. (2026). Journal of Talent and Innovation, 2(1), 62-71. https://journals.edutalent.id/index.php/TALENOVA/article/view/31