Revitalisasi Ruang Baca dan Perluasan Akses Perpustakaan Digital sebagai Strategi Penguatan Literasi di Desa Guli, Kabupaten Boyolali
Keywords:
budaya baca, transformasi digital, partisipasi masyarakatAbstract
Rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia. Data Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa Indonesia masih berada pada peringkat bawah secara global. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh tingginya penggunaan gawai di kalangan anak-anak yang lebih sering dimanfaatkan untuk hiburan dibandingkan aktivitas membaca. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem literasi melalui revitalisasi ruang baca dan pengenalan perpustakaan digital di Desa Guli, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Program dilaksanakan oleh Desamind Chapter Solo Raya pada periode April 2025–2026 dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa dan unsur kepemudaan setempat. Pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan, yaitu identifikasi permasalahan dan perencanaan program melalui koordinasi serta observasi kondisi literasi desa; pelaksanaan intervensi berupa revitalisasi ruang baca, penggalangan donasi buku, dan edukasi perpustakaan digital melalui banner infografis; serta evaluasi keberlanjutan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan pemuda setempat. Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan pemetaan permasalahan literasi yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bagi pemangku kepentingan, ruang baca desa yang terevitalisasi, penambahan koleksi sebanyak 200 buku melalui donasi, serta tersedianya informasi akses terhadap berbagai layanan perpustakaan digital. Melalui kegiatan ini, ruang baca diharapkan dapat kembali dimanfaatkan sebagai sarana membaca bagi masyarakat, sementara informasi mengenai perpustakaan digital diharapkan dapat memperluas akses bacaan serta mendorong pemanfaatan gawai secara lebih produktif. Secara keseluruhan, program ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem literasi yang lebih inklusif, adaptif terhadap perkembangan digital, dan berkelanjutan di tingkat masyarakat desa.


