Kajian Semantik Eufemisme dan Disfemisme pada Platform Berita Okezone
Keywords:
Eufemisme, Disfemisme, Media Daring, Okezone, Opini PublikAbstract
Bahasa merupakan sarana utama komunikasi manusia yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan membentuk makna dalam berbagai konteks sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan gaya bahasa eufemisme dan disfemisme dalam teks berita pada kolom politik dan sosial-kriminalitas di media daring Okezone selama tahun 2025. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi terhadap kutipan-kutipan berita yang memuat eufemisme dan disfemisme, kemudian dianalisis berdasarkan kategori bentuk, fungsi, serta konteks penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eufemisme digunakan media untuk menghaluskan makna, menjaga kesopanan, serta membingkai realitas secara diplomatis agar tidak menimbulkan resistensi pembaca. Sebaliknya, disfemisme dipakai untuk menegaskan penilaian negatif, membangun narasi emosional, dan membentuk opini publik yang cenderung mengecam atau menyoroti isu secara tajam. Pemilihan diksi oleh media dipengaruhi oleh konteks sosial dan ideologis, sehingga bahasa berperan strategis dalam membentuk persepsi, opini, dan citra terhadap peristiwa maupun tokoh yang diberitakan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa bahasa media tidak netral, melainkan sarat muatan retoris dan ideologis yang dapat mempengaruhi wacana publik.


